Ketua KPI Sebut Upin dan Ipin adalah Propaganda Malaysia, Ini Tanggapan Kreator Serial Animasi Populer itu

- 14 September 2021, 16:25 WIB
Serial kartun Upin dan Ipin disebut Ketua KPI Agung Suprio sebagai bentuk propaganda Malaysia.
Serial kartun Upin dan Ipin disebut Ketua KPI Agung Suprio sebagai bentuk propaganda Malaysia. /Instagram/@upinipinofficial

WARTA LOMBOK - Tudingan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio yang menyatakan kartun anak-anak Upin dan Ipin hanyalah propaganda Malaysia direspon oleh Rumah produksi animasi asal negeri Jiran itu.

Melalui akun media sosial resmi, kreator Upin dan Ipin membantah pernyataan Ketua KPI tersebut terkait kartun anak-anak tersebut yang dinilai merupakan bentuk propaganda Malaysia.

Mereka mengklaim Upin dan Upin mengajarkan anak-anak tentang nilai kehidupan hingga menjadi salah satu serial animasi populer di sejumlah negara, tak terkecuali di Indonesia.

Baca Juga: Tina Datta dan Manav Gohil Bakal Tampil di Reality Show Kontroversial 'Bigg Boss 15'

Baca Juga: Pasangan Romantis, Shehnaaz Giil Mampu Mengenali Shidarth Shukla Bahkan dengan Mata Tertutup
 
"Tidak dapat disangkal bahwa 'Upin dan Ipin' sangat populer di kalangan anak-anak di Malaysia dan beberapa negara di kawasan ini. Namun, pada akhirnya, ini adalah acara yang membawa begitu banyak nilai moral sekaligus pelajaran hidup," tulis akun Instagram @upinipinofficial, Senin, 13 September 2021.

Mereka menambahkan bahwa serial animasi Upin dan Ipin sama sekali tidak mengandung propaganda khusus seputar negara Malaysia sebagaimana dikatakan Ketua KPI Agung Suprio.

Upin dan Ipin yang penayangan telah bertahan sekian lama menjadi bukti kartun untuk anak-anak itu tidak membawa misi khusus "mencuci otak" anak-anak.
 
"Ini bukan propaganda. Ini hanya acara hebat dengan niat besar," tandas mereka.
 
Ketua KPI Agung Suprio sebelumnya menjadi sorotan dengan mengatakan serial kartun Upin dan Ipin adalah bentuk propaganda Malaysia.

Pernyataaan tersebut ia ungkapkan saat diundang di kanal YouTube Deddy Corbuzier disaat munculnya polemik kasus pelecehan seksual di Tanah Air.

Ia menyebut ada upaya pemerintah Malaysia dalam mensubsidi serial animasi Upin dan Ipin untuk melancarkan program propaganda di dalamnya.

Baca Juga: Potret Putri Shahrukh Khan, Suhana Khan yang Dulu Dibully Jelek dan Hitam Kini Menjelma Bak Bintang Hollywood

Halaman:

Editor: Herry Iswandi

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X