Taliban Berkuasa, Semua Rumah Bordil Dikosongkan dari PSK Digantikan Domba dan Unta

- 14 September 2021, 18:55 WIB
Taliban menutup semua bisnis 'anti-Islam' di Afghansitan sesuai hukum Islam.
Taliban menutup semua bisnis 'anti-Islam' di Afghansitan sesuai hukum Islam. /worldnewsdailyreport.com

WARTA LOMBOK - Usai kemenangan Taliban di Afghanistan, belasan rumah bordil yang beroperasi di kota Kabul telah dikosongkan dari pekerja seks komersial (PSK) dan akan digantikan dengan domba dan unta.

Meskipun ada janji dari rezim baru Taliban untuk mengizinkan perempuan Afghanistan terus bekerja dan berpartisipasi dalam kehidupan publik, gerilyawan bersenjata telah menutup beberapa bisnis "anti-Islam" di Kabul, termasuk bar dan rumah bordil.

Berbagai sumber telah melaporkan pejuang Taliban memaksa PSK keluar dari semua rumah bordil di Kabul dan menggantinya dengan domba dan unta sesuai dengan syariah, hukum Islam.

Baca Juga: Korea Selatan Protes Pembangunan Masjid di Kota Daegu, Khawatir Pengaruh Islam Lebih Kuat

Baca Juga: China Danai Taliban Afganistan, Joe Biden Ungkapkan Kekhawatiran

Menurut Margaret Smith, direktur regional Human Rights Watch di Afghanistan, hal tersebut adalah kemunduran bagi perempuan Afghanistan, yang ia sebut “diperlakukan lebih buruk daripada binatang”.

"Domba dan unta memiliki lebih banyak hak di bawah rezim Taliban daripada wanita. Bagi mereka, seks untuk bersenang-senang adalah dengan binatang. Wanita hanyalah rahim berjalan yang dirancang untuk melahirkan dan membesarkan anak-anak,” katanya.

Smith khawatir hal tersebut bisa menjadi "langkah pertama" bahwa perempuan secara bertahap dapat benar-benar ditendang keluar dari kehidupan publik oleh rezim baru.

“Mereka melarang wanita dari profesi tertua di dunia untuk menggantikan mereka dengan hewan. Saya tidak akan terkejut jika mereka mengganti sekretaris wanita dengan monyet untuk mempermalukan mereka,” tambahnya.

Sebelumnya selama pemerintahan Taliban pada tahun 1990-an, puluhan rumah bordil hewan diizinkan di seluruh negeri sementara prostitusi manusia sangat ditekan.

Halaman:

Editor: Herry Iswandi

Sumber: World News Daily Report


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X