MD KAHMI Kabupaten Dompu: Sikapi Kasus Penahanan 5 Aktivis HMI, Suherman: Masak Negara Penjarakan Warganya

- 15 Mei 2024, 16:30 WIB
Foto Sekretaris Jenderal MD KAHMI Kabupaten Dompu Suherman
Foto Sekretaris Jenderal MD KAHMI Kabupaten Dompu Suherman /Dok. Warta Lombok/Dimas

WARTA LOMBOK - Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Dompu mengeluarkan pernyataan sikap atas ditahannya beberapa aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) oleh Kepolisian Resor (Polres) Dompu.

Sebelumnya, sejumlah aktivis HMI Cabang Dompu melangsungkan aksi demonstrasi perihal harga jagung dankelancaran air bersih, di Pandopo Bupati Dompu, pada Senin, 22 April 2024 lalu. 

Dari aksi itu, Bupati Dompu melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu melaporkan sejumlah aktivis HMI Cabang Dompu kepada pihak Polres, lantaran telah merusak pegangan pintu gerbang Pandopo Bupati.

Baca Juga: Bukber MD KAHMI Kota Mataram: Bahas Sinergitas antar Kader dan Alumni Hingga Singgung Peran Pemerintah Kota

Laporan dari Pemerintah Daerah Dompu pun diterima oleh pihak kepolisian. Akhirnya, sebanyak 5 aktivis HMI ditahan oleh Polres Dompu. 

Menyikapi hal itu, MD KAHMI Kabupaten Dompu mengeluarkan rilis pernyataan sikap agar permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara damai. 

Untuk lebih jelasnya, berikut rilis pernyataan sikap yang telah dikeluarkan oleh MD KAHMI Kabupaten Dompu.

Baca Juga: Koordinator Presidium MW KAHMI NTB Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan Pasca Pilpres

Rilis Pernyataan Sikap MD KAHMI Kabupaten Dompu

Pernyataan Sikap Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Dompu terkait Penahanan Lima Orang Aktivis HMI oleh Polres Dompu

Halaman:

Editor: Mamiq Alki

Sumber: MD KAHMI Kabupaten Dompu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah