Masalah Bahan Baku Farmasi: Ganjar-Mahfud Siap Bangun Kawasan Industri Kesehatan

- 12 Januari 2024, 06:25 WIB
Calon Presiden No 01 Ganjar Mahfud.
Calon Presiden No 01 Ganjar Mahfud. /Instagram @warta.lombok

WARTA LOMBOK - Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengaku sudah punya cara mengatasi minimnya bahan baku industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Hal ini membuat Indonesia sangat bergantung pada produk impor.

Ganjar mengatakan, pengembangan industri kimia dasar harus segera dimulai. Karena itu, program nyata yang harus diwujudkan adalah membangun kawasan industri kesehatan untuk menjadi penopang kemandirian Indonesia terhadap industri alkes dan farmasi.

Sayangnya, kawasan industri kesehatan tersebut belum dilirik. Padahal, Indonesia memiliki sejumlah potensi. Kebijakan bahan baku farmasi dan alat kesehatan saat ini masih harus dikalahkan dengan kemudahan melalui impor.

Baca Juga: Begini Gebrakan Ganjar-Mahfud Memperbaiki Keamanan Nasional

"Plasma nutfahnya sudah oke luar biasa, perisetnya sudah ada, siapa yang memungut itu dalam meja pengambilan keputusan. Tidak ada?" tuturnya.

Dia menegaskan, jawaban dari segala polemik di industri farmasi dan alat kesehatan adalah pengembangan research and development (R&D). Dia bakal mengalokasikan 1% untuk R&D Indonesia dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mendorong pengembangan bahan baku industri dan alat kesehatan dari dalam negeri.

“Sekarang kita mulai dengan alokasi 1% saja untuk riset dan development [pengembangan] Indonesia dari PDB [produk domestik bruto], kita dorong kemudian agar biaya risetnya itu mencukupi. Risetnya sudah, Pak di BRIN," ungkap Ganjar dalam dialog dengan KADIN di Jakarta, Kamis 11 Januari 2024.

Dia menambahkan, polemik kebutuhan alkes yang tidak diimbangi dengan alokasi anggaran sudah dialaminya saat menjabat sebagai gubernur selama 10 tahun. Dalam menyusun anggaran, permintaan tertinggi datang dari kebutuhan alkes. Namun, justru banyak masalah juga datang dari industri tersebut.

Dengan pengalaman itulah Ganjar berkomitmen untuk menghentikan dan segera mengatasi situasi minimnya alkes dan bahan baku farmasi di Indonesia. "Suka tidak suka kita harus memulai kimia dasar, petrokimia," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Mamiq Alki


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x