Empat Orang yang Mengancam Akan Menggorok Leher Mahfud MD Ditangkap Polisi, Mahfud: Urusan Aparat

- 13 Desember 2020, 21:08 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD mendapat ancaman pembunuhan jika pulang ke Pamekasan, Madura.
Menko Polhukam, Mahfud MD mendapat ancaman pembunuhan jika pulang ke Pamekasan, Madura. /Instagram.com/@mohmahfudmd

WARTA LOMBOK – Polda Jawa Timur menangkap empat orang yang melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Ancaman tersebut bersifat personal karena ditujukan secara langsung kepada Menko Polhukam Mahfud MD.

Sebagaimana diketahui, keempat tersangka mengancam akan menggorok leher Mahfud MD jika pulang ke Pamekasan, Madura.

Baca Juga: Dua Tokoh Wanita Indonesia Masuk Daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2020

Menanggapi kejadian itu, salah seorang netizen melontarkan pertanyaan terhadap Mahfud MD terkait tanggapannya atas ancaman terhadap dirinya.

Netizen tersebut meminta Mahfud MD menjawab dengan jujur, apakah dirinya merasa senang atau sedih setelah membaca berita itu.

Sebagaimana diberitakan Pikiran-Rakyat.com dalam artikel “4 Tersangka yang Ancam Gorok Mahfud MD Ditangkap, Menkopolhukam: Sekilas Mereka Ingin Adu Domba”, Mahfud MD pun menjawab pertanyaan netizen tersebut melalui cuitan akun Twitter miliknya @mohmahfudmd.

Mahfud MD mengaku dirinya tidak merasakan kedua perasaan yang ditanyakan.

"Tidak sedih ataupun senang. Itu urusan aparat," kicau Mahfud MD pada Minggu, 13 Desember 2020, melalui akun Twitter miliknya @mohmahfudmd.

Baca Juga: Stray Kids dan GOT7 Turut Rayakan Ulang Tahun Shopee dalam TV Show Shopee 12.12 Birthday Sale

Baca Juga: Remaja Pria di Amerika Serikat Diskor Karena Memakai Kuteks

Mahfud MD pun menyampaikan catatan terkait keempat pelaku yang merupakan orang Pasuruan, tetapi mengancam dirinya jika pulang ke Pamekasan, Madura.

"Cuma catatan saya, semuanya orang Pasuruan tapi kok mengancam saya kalau pulang ke Pamekasan Madura," lanjutnya.

Sekilas, Mahfud MD pun merasa bahwa orang-orang tersebut ingin mengadu domba antara dirinya dengan orang Madura.

Selain itu, dia juga menuturkan kemungkinan masih ada tersangka lain yang sedang diburu oleh aparat Kepolisian.

"Sekilas mereka ingin mengadu domba antara saya dengan orang Madura. Mungkin juga masih ada lagi yang diburu oleh aparat," cuit Mahfud MD.

Baca Juga: Kekosongan Pemimpin, Mahfud MD: Saya Setuju Dengan Pendapat Jusuf Kalla

Baca Juga: Buronan Teroris Kasus Bom Bali I Berhasil Dibekuk Tim Densus 88 Antiteror

Selain kasus pengancaman, Mahfud MD juga pernah mengalami kejadian kurang menyenangkan, karena kediamannya di Pamekasan tiba-tiba didatangi ratusan orang dengan menumpang beberapa truk.

Di depan kediamannya, massa sempat berorasi meminta pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak dijadikan tersangka, sebelum dengan cepat dihalau oleh polisi.***(Eka Alisa Putri/Pikiran-Rakyat.com)

Editor: ElRia Shd

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah