Kepala BPPT Hammam Riza Mengajak Stakeholder, Komunitas, dan Asosiasi Mengembangkan Teknologi Hijau

- 1 April 2021, 20:12 WIB
BPPT bersama beberapa pihak diarahkan untuk mengembangkan teknologi hijau.
BPPT bersama beberapa pihak diarahkan untuk mengembangkan teknologi hijau. /Twitter.com/@BPPT_RI

WARTA LOMBOK - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengungkapkan pentingnya perubahan sistem ekonomi berbasis komoditi menjadi berbasis teknologi dan inovasi. 

Sebagaimana arahan Presiden Jokowi terkait harapan pada BPPT yang harus bisa melakukan inovasi teknologi dari manapun. 

Ekonomi Indonesia dianggap harus mampu menjawab tantangan dari Revolusi Industri 4.0 melalui ekosistem inovasi dengan teknologi yang ramah lingkungan. 

Baca Juga: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Sosialisasikan Ina Buoy Kepada Kapten dan Kru Kapal di Muara Baru

Dikutip wartalombok.com dari akun Twitter BPPT @BPPT_RI pada 31 Maret 2021, teknologi hijau merupakan penghasil energi ramah lingkungan. 

Teknologi hijau atau teknologi bersih adalah teknologi yang menghasilkan produk atau energi yang ramah lingkungan dengan meminimalisir potensi resiko kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan manusia. 

Sementara itu circular economy merupakan konsep yang tidak lagi sekedar mendesain model industri dengan prinsip zero waste, tapi juga fokus pada faktor sosial dan penyediaan sumber daya maupun energi yang berkelanjutan. 

Adapun tujuan Biomassa dalam konteks pemanfaatan energi yakni tidak memerlukan investasi yang besar per kapasitas produksi pembangkit per megawatt nya. 

Baca Juga: Kepala BPPT Hammam Riza Beri Jawaban Terkait penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi

Baca Juga: BPPT Melakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Mengatasi Defisit Air Waduk Kaskade Citarum

Tujuannya juga untuk menciptakan lapangan kerja berupa padat karya. Lalu mengurangi emisi gas rumah kaca yang memenuhi target sustainable development goal. 

Selain itu berpotensi menciptakan bisnis baru yang sesuai dengan tagline PLN yakni listrik kerakyatan, sektor pertanian dan industri mekanikal. 

Serta berupaya untuk mencapai target EBT paling cepat dibandingkan alternatif EBT lainnya. 

Kepala BPPT mengajak para stakeholder serta komunitas dan asosiasi untuk mengembangkan teknologi hijau yang disebut teknologi bersih. 

Baca Juga: Mulai 1 April 2021 PT KAI Melakukan Ujicoba Kereta Bandara Premium dengan Tarif Mulai dari 5 Ribu

Adanya kolaborasi untuk menciptakan teknologi hijau melalui ekosistem inovasi berdampak dalam mengurangi dampak negatif pada lingkungan. 

“Mari bersama-sama dengan stakeholder serta komunitas dan asosiasi untuk mengembangkan teknologi hijau yang disebut teknologi bersih guna mengurangi dampak negatif pada lingkungan, untuk menciptakan teknologi hijau melalui ekosistem inovasi,” tutur Hammam Riza.*** 

Editor: ElRia Shd

Sumber: Twitter @BPPT_RI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah