Persiapan Sebelum Berangkat ke Tanah Suci dan Kisah Unik Jemaah Haji

- 17 April 2024, 08:15 WIB
Tenaga Medis Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir Sumbawa, dr Lalu Yudi Prajadianta
Tenaga Medis Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir Sumbawa, dr Lalu Yudi Prajadianta /doc. Warta Lombok / guruh/

WARTALOMBOK – Pelaksanan Ibadah Haji sebentar lagi akan tiba, sekitar bulan Juni para Jemaah haji akan di berangkatkan menuju ke tanah suci Makkah, para calon jemaah haji harus mempersiapkan diri secara menyeluruh untuk perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci. Persiapan yang matang dan terencana menjadi kunci untuk memastikan keberangkatan yang lancar dan pelaksanaan ibadah haji yang berkesan.

Salah Seorang Dokter yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) tahun 2023 yang juga sebagai tenaga Medis di Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir Sumbawa  yakni Dokter Lalu Yudi Prajadianta, menyampaikan beberapa hal yang harus di perhatikan terkait persiapan para Calon Jemaah Haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah.

"Para calon jamaah harus memperhatikan kesehatan dengan baik," ujar dr. Lalu Yudi dalam sebuah wawancara, Selasa, 16 April 2024

"Persiapan obat-obatan rutin sangat penting dan harus dilaporkan ke puskesmas terdekat. Namun, tidak semua obat bisa dibawa ke tanah suci Mekkah, jadi pastikan obat yang dibawa sesuai dengan aturan yang berlaku."

Dr. Lalu Yudi juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dengan berolahraga secara teratur. "Latihan fisik seperti berjalan pagi dan olahraga ringan sangat dianjurkan. Stamina yang baik sangat dibutuhkan untuk menjalani ibadah haji dengan lancar."

Selain itu, dokter Lalu Yudi juga memberikan saran terkait kondisi cuaca di Arab Saudi. "Kondisi panas di Arab Saudi dapat menyebabkan dehidrasi, oleh karena itu para jamaah disarankan untuk membawa semprotan air dan memperhatikan asupan cairan selama ibadah haji."

Menanggapi gangguan kesehatan yang sering dialami oleh jamaah haji Indonesia, dr. Yudi menjelaskan, "Gangguan seperti lemas, pusing, dan demensia sering terjadi karena perubahan lingkungan dan waktu. Untuk mengatasi masalah ini, kesabaran dan ketenangan dari pihak TKHK sangat diperlukan."

Dr. Yudi menambahkan contoh kasus yang menarik perhatian terkait demensia pada jamaah haji.

"Saya pernah mengalami kasus seorang calon jamaah yang melompat dari asrama haji karena merasa sapinya belum diberi makan."

"Kasus lainnya adalah seorang yang ingin turun dari pesawat hanya untuk memberi makan bebeknya. Ini merupakan contoh nyata betapa perubahan lingkungan dan waktu dapat memengaruhi perilaku para jamaah."

Halaman:

Editor: Ahmad Riadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah