Beredar Komentar Bahwa Kadrun adalah Panggilan PKI untuk Orang Islam, Berikut Kebenarannya

15 April 2021, 14:50 WIB
Ilustrasi/Istilah Kadrun sebagai sebutan PKI untuk orang Islam beredar di media sosial Twitter. /Freepik/sudowoodo

WARTA LOMBOK - Telah beredar sebuah komentar di media sosial Twitter dari akun @MohCipto1 yang mengatakan bahwa istilah Kadal Gurun (Kadrun) merupakan istilah PKI yang ditujukan untuk orang Islam.

Komentar tersebut muncul setelah terdapat akun lain yang menanyakan apa arti dari istilah 'Kadrun'.

Akun @MohCipto1 juga mengatakan bahwa apabila seseorang hendak menjadi komunis, ia dapat menggunakan istilah 'Kadrun' kepada orang Islam.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Adalah Prerogatif Presiden, Ali Mochtar Ngabalin: Perombakan Kabinet dalam Waktu Dekat

Baca Juga: Sri Mulyani Tangkal Korupsi di Kemenkeu: Pemberantasan Korupsi Harus Disertai Dengan Edukasi dan Komunikasi

Hasil periksa fakta oleh Nadine Salsabila Naura Marhaeni dari Universitas Diponegoro menyimpulkan bahwa istilah yang telah beredar itu tak mempunyai dasar.

Pernyataan tersebut tidaklah benar. Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan bahwa istilah Kadal Gurun (Kadrun) baru muncul setelah Pilkada 2012 hingga Pilpres 2019.

Setelah melakukan penelusuran, ia mengatakan jika istilah Kadrun baru muncul diikuti oleh kemunculan istilah Cebong dan Kampret.

“Pada Pemilu 1955 ada persaingan yang tajam antara Masyumi dan PKI. Masyumi menuduh orang PKI itu ateis. PKI menuduh Masyumi dapat bantuan dana dari AS. Tidak ada istilah kadal gurun tersebut. Tahun 1960-an, yang ada yakni istilah Nekolim, Aksi Sepihak, Setan Desa dan Setan Kota,” tutur Asvi.

Baca Juga: Ferdinand Hutahean Soroti Komentar Refly Harun dan Haikal Hasan: Pendukung ISIS Lebih Berbahaya Dari Koruptor

Baca Juga: Kemenkes Ajak Masyarakat untuk Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial Agar Terhindar dari Hoaks

Sehingga dapat dikatakan bahwa istilah Kadrun belum muncul saat era PKI masih ada.

Dengan demikian, maka komentar oleh akun Twitter @MohCipto1 tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.***

Editor: Herry Iswandi

Sumber: turnbackhoax

Tags

Terkini

Terpopuler