Ada Usulan Sekolah akan Tatap Muka, Fadli Zon: Sangat Berbahaya! Membuka Sekolah PTM Harus Ditunda

7 Juni 2021, 06:56 WIB
Nadiem Makarim dan Fadli Zon /Dok. Mendikbud / Instagram @fadlizon

 

WARTA LOMBOK - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon meminta agar pemerintah menunda rencana pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) di sekolah.

Dia menilai pemerintah saat ini sebaiknya fokus meredakan pandemi ketimbang membuka peluang penularan Covid-19 dengan membuka kembali sekolah tatap muka.

"Membuka sekolah tatap muka harus ditunda. Sangat berbahaya. Lebih baik fokus meredakan pandemi ini ketimbang buka peluang penyebaran massal yang nantinya kita sesali," kata Fadli Zon seperti dilansir wartalombok.com dari akun Twitter-nya pada Senin, 7 Juni 2021.

Baca Juga: Rencana Belajar Tatap Muka, Yandri Tekankan Pentingnya Prokes yang Ketat Sambut Sekolah Tatap Muka

Dia menyarankan agar pembelajaran tatap muka terbatas sebaiknya ditunda selama beberapa bulan ke depan sambil melihat perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Lebih baik tunda 3 sampai 6 bulan sampai situasi terukur dan kondusif. Keselamatan siswa dan keluarga harus jadi prioritas," ujarnya.

Pernyataan Fadli Zon ini disampaikan untuk merespons cuitan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Profesor Zubairi Djoerban yang melontarkan pertanyaan apakah tepat membuka sekolah tatap muka di tengah peningkatan status zona merah di Indonesia.

"Ada banyak alasan untuk tarik napas dalam-dalam di bulan Juni ini. Jumlah daerah berstatuta zona merah terus bertambah. Angka keterisian tempat tidur di RS pun melonjak. Bahkan di Kudus mencapai 90 persen. Apakah ide baik membuka sekolah tatap muka? Silakan simpulkan sendiri," ujarnya, Jumat 4 Juni 2021.

Baca Juga: Wirid dan Dzikir Harian Maulanasyeikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, Berikut Tata Cara Mengamalkannya

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk sekolah tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA di masa pandemi Covid-19.

“Panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD Dikdasmen dalam memudahkan persiapan pelaksanaan PTM terbatas,” ujar Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Rabu 2 Juni 2021.

Dia menambahkan panduan tersebut diluncurkan berdasarkan masukan dari para pendidik dan orang tua. Selain itu, para pemangku kepentingan di bidang pendidikan membutuhkan panduan operasional sebagai turunan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri untuk memudahkan dalam mempersiapkan dan melaksanakan PTM terbatas selama masa pandemi.

“Kami berharap dalam melaksanakan PTM terbatas, panduan ini dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan kondisi sekolah pada daerah masing-masing,” kata Nadiem.

Pihaknya juga menambahkan panduan itu dapat dipelajari dengan seksama dan diterapkan sebaik mungkin. Kolaborasi semua pihak diperlukan dalam pelaksanaan PTM terbatas.

Baca Juga: AHY Ibaratkan Demokrasi Seperti Oksigen dan Kolaborasi dengan RIDWAN KAMIL dalam Mewujudkan Jabar Juara

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga menyambut baik dan mendukung sepenuhnya atas diluncurkannya Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk PAUD Dikdasmen di Masa Pandemi Covid-19.

“Saya yakin panduan ini sudah ditunggu-tunggu, tidak hanya guru dan siswa, tetapi juga para orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.***

Editor: Mamiq Alki

Sumber: Twitter Fadli Zon

Tags

Terkini

Terpopuler