Pentingnya Pemahaman Politik Dan Demokrasi Bagi Pemilih Pemula

- 10 April 2024, 06:15 WIB
Foto ilustrasi Rapat DPR RI
Foto ilustrasi Rapat DPR RI / Facebook.@Tereliye/

Oleh: Ririn mevia putri (Mahasiswa KPI FDK UIN Mataram)

WARTA LOMBOK - Berdasarkan data KPU Nasional, populasi pemilih pemula (gen Milenial dan Generasi Z) pada DPT NASIONAL sebanyak 55,95% sehingga keberadaan segmen pemilih pemula ini sangat menentukan arah pembangunan bangsa kedepan. Ini berarti menandakan bahwa sebagian besar pemilihan pada tahun ini kebanyakan dari kalangan milenial yang artinya banyak sekali populasi para pemilih pemula. Untuk itu pemahaman mengenai pemilu bagi pemilih pemula sangat penting dalam memastikan partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi.

Berdasarkan hasil pencarian, pentingnya pemahaman politik dan demokrasi bagi pemilih pemula telah diakui oleh berbagai pihak, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) pemilih pemula, yang terdiri dari generasi milenial dan Generasi Z, memiliki peran yang signifikan dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan. Oleh karena itu, pendidikan politik dan literasi politik perlu ditingkatkan untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih baik kepada pemilih pemula.

Baca Juga: Hari Raya Idul Fitri 1445 H: Berikut Niat serta Tata Cara Salat Id yang Benar

Pemilih pemula seringkali memiliki kesadaran politik yang rendah dan kurang mengikuti perkembangan politik, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara serta pentingnya menggunakan hak pilih secara obyektif.

Apalagi para pemilih yang pasif adalah mereka yang memiliki minat rendah atau tidak terlibat secara aktif dalam politik. Mereka cenderung kurang aktif dalam proses politik dan mungkin memiliki pengetahuan politik yang terbatas. Pemilh yang mungkin tidak mengikuti berita politik, debat, atau isu-isu politik.

Mereka menganggap politik sebagai sesuatu yang tidak relevan atau tidak memengaruhi kehidupan mereka.

Namun berbanding terbalik dan sangat berbeda dengan pemilih aktif mereka cenderung memiliki minat yang tinggi dalam politik, mengikuti perkembangan politik, dan sering berpartisipasi dalam pemilihan atau kegiatan politik lainnya. Khalayak aktif juga cenderung memiliki pengetahuan yang lebih mendalam tentang isu-isu politik dan proses politik. Maka dari itu pemahaman politik terhadap pemilih pasif sangat amat diperlukan untuk kebelangsungan serta kesuksesan pemilu apalagi mereka yang pertama kali memilih atau merasa cemas dalam membuat keputusan pemilihan. Mereka mungkin memerlukan lebih banyak informasi dan dorongan untuk membuat keputusan. Jika tidak ada pemahaman politik disitu bisa memicu adanya golput atau money politik karena tidak ada pendirian serta tujuan ketika ingin memilih.

Maka dari itu politisi perlu memikirkan cara untuk membangkitkan minat mereka dalam politik, mungkin dengan menggunakan pesan yang lebih emosional atau melalui saluran media yang lebih populer.

Halaman:

Editor: Mamiq Alki


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah