Musim Hujan di Lombok Rawan Longsor, Ahli Geolog Berharap Semoga Pemda Lebih Care Terhadap Mitigasi Bencana

6 Februari 2021, 20:27 WIB
Senggigi Lombok Utara longsor /facebook.com/Mitigasi Bencana Geologi

WARTA LOMBOK - Hampir setiap Tahun pada saat Musim Hujan selalu terjadi longsor di daerah Lombok bagian Utara (Senggigi, Pusuk, dan Sembalun).

Ahli Geologi yang juga Dosen Prodi Tadris Fisika UIN Mataram, Irwan, M. Si., Phd., menjelaskan bahwa hal ini di sebabkan karena Batuan di Lombok bagian Utara tersusun oleh Batuan Piroklastik Gunungapi (debu vulkanik, Tuff, dan pasiran) yg mudah menyerap air.

"Batuan Piroklastik ini banyak terendapkan di lereng2 perbukitan atau pegunungan yg kemiringan lapisan batuannya cukup tinggi sehingga pada saat terjadi musim hujan, batuan ini menyerap air cukup besar yang mengakibatkan batuannya mudah longsor karena batuan tidak mampu menahan air hujan yg terserap di area perbukitan tersebut," tegasnya.

Baca Juga: Banjir Kembali Menerjang Kecamatan Sekotong, 6 Desa dan 17 Dusun Terendam Lagi

Hari ini terjadi terjadi Longsor di sekitar Senggigi yang disebabkan karena bahu jalan yg sudah retak yang menjadi jalur air meresap ke bawah permukaan jalan.

Bahu jalan yg sudah retak ini juga sifatnya sudah labil atau sudah mau lepas dari batuan utama.

Sehingga ketika hujan deras debit air di lapisan batuan bawah jalan meningkat sehingga lapisan batuan yang sudah retak atau labil ini akan lebih mudah mengalami longsor karena tidak mampu menahan beban batuan yg sudah jenuh dengan air hujan tersebut.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Rob, KKP Bangun Pelindung Pantai di Kawasan Pesisir Lombok Timur

Dr. Irwan berharap semoga Pemda/BPBD NTB kedepannya lebih Care terhadap Mitigasi Bencana Longsor dan Banjir yg setiap tahun selalu terjadi pada saat musim hujan.

"Mitigasi dalam bentuk melakukan pemetaan daerah-daerah atau lokasi yg berpotensi Longsor atau Banjir," ungkap lulusan S3 di Jepang ini.

Selanjutnya melakukan Penyuluhan utk mengedukasi masyarakat utk mereboisasi area yg gundul utk meningkatkan penyerapan air hujan, meningkatkan kualitas dan kekuatan tanah utk mengurangi Resiko Banjir (spt di Lombok Tengah dan Sekotong) dan Longsor (Lombok Bagian Utara) yang Tahun Depan area yg berpotensi banjir di NTB akan lebih besar karena intensitas curah hujan akan naik, semakin banyak area yg gundul yg digunakan sbg lahan perkebunan, pertanian, dan pemukiman, dan terkahir karena permukaan air laut yg meningkat krn pengaruh pemanasan global.

Baca Juga: Banjir 'Merah Darah' di Kota Batik Pekalongan Indonesia Mendapat Sorotan Media Asing

"Spot-spot area yg berpotensi Longsor terutama di jalan raya semestinya mendapatkan perhatian dan treatment utama krn bisa menimbulkan korban jiwa dan biaya perbaikan nya juga lebih besar dari biaya Mitigasi nya" tutup Dr. Irwan.***

Editor: Mamiq Alki

Sumber: Fb Mitigasi Bencana Geologi

Tags

Terkini

Terpopuler